Kamis, 13 Januari 2011

Puncak Abadi Para Dewa





Enam belas Desember 30 tahun lalu, Soe Hok Gie, tokoh mahasiswa dan pemuda, meninggal dunia di puncak Gunung Semeru, bersama Idhan Dhanvantari Lubis. Sosok dan sikapnya sebagai pemikir, penulis, juga aktivis yang berani,



Rasa penasaran ini muncul ketika saya membaca buku 5cm maupun catatan harian Soe Hok Gie,,berbekal rasa penasaran inila saya berangkat menuju gunung semeru bersama rekan2 saya. perjalanan cukup panjang. dimulai dari kampus ITS dini hari hingga sampai pada terminal Tumpang menjelang subuh yang memakan waktu 3 jam. kemudian melanjutkan perjalanan menuju desa terakhir yakni ranu Pane. seperti namanya, desa ini terdapat sebuah danau yang dinamakan Ranu pane. perjalanan selanjutnya adalah menuju Ranu Kumbolo.




Ranupane-Ranu Kumbolo (Danau) sekitar 3-4 jam.Biasanya pendaki istirahat di tempat ini 1 malam (atau di Ranupane bila kemalaman waktu tiba di Ranupane) . ketika sampai di Ranu Kumbolo, saya benar2 merasa berada pada dunia lain. subhanallah. pemandangan yang disuguhkan benar-benar membuat saya takjub. tidak sia-sia perjalanan saya yang begitu melelahkan rasanya terbayar sudah. kami bergegas menuju tepian danau, disana ternyata banyak juga yang sedang berkemah. tegur sapa tidak bernah putus ketika kami berpapasan dengan pendaki lain.

keesokan harinya bertepatan dengan hari kemerdekaan RI, kami mengadakan upacara bendera di tepi danau. suasana begitu khidmat dan penuh penghayatan. setelah itu, kami melanjutkan perjalanan menuju puncak, perjalanan membutukan waktu 3-4 jam hingga cemoro tunggal (vegetasi terakhir), seperti namanya yakni merupakan sebuah pohn cemara yang tinggi menjulang, sebagian besar para pendaki mnyebutnya demikian sebagai tanda bahwa mwrwka akan meninggalkan wilayah bervegetasi menuju wilayah berpasir (abu vulkanik). perjalanan dari cemoro tunggal hingga puncak sekitar 4-5 jam. lamanya perjalanan dikarenakan kondisi medan yang berpasir dan curam, tak jarang para pendaki sampai berjalan tertatih-tatih, ditambah hawa dingin yang menusuk tulang. perjalanan menuju puncak dimulai dini hari hingga diperkirakan mencapai puncak ketika matahari terbit.

TAkjub. itulah yang saya rasakan ketika berada di puncak Mahameru, sebuah tanah lapang dimana ditengahnya tertancap kokoh memoriam Soe Hok Gie& rekannya di tanah tertinggi di Pulau Jawa. dari sini terlihat beberapa puncak gunung, diantaranya bromo, arjuno-welirang, Batok, dll. benar-benar seperti negeri di atas awan. saya mengahampiri memoriam tersebut, sekilas saya membayangkan seorang pemuda yang benar2 hebat, ahh, saya membayangkan andaisaja dia masih hidup dan melihat carut marutnya negeri ini. apa yang akan dilakukannya?

Matahari mulai terbit, awan2 yang tadinya seperti permadani putih kini mulai nampak semburat warna emas. Sekali LAgi saya disuguhkan pemandangan yang begitu mengagumkan dan yang mengingatkan saya betapa besarnya Sang maha Pencipta.

saya tidak bisa berlama-lama di sini karena saya sudah mulai terkena gejala hipotermia, saya memutuskan untuk turun terlebih dahulu. perjalanan dari puncak turun menuju ke cemoro tunggal memakan waktu kurang dari 15 menit! saya memutuskan untuk menunggu teman2 teman disini, sembari merenungi perjalanan yang telah saya alami. sekali ini, melalui perjalanan ini, bahwa Engkau kembali menunjukkan KebesaranMu dan menunjukkan betapa kecil dan lemahnya manusia,,

0 komentar:

Jadwal Sholat

Google Talk

ini contoh saja

Buku Tamu

Just Me..

Foto Saya
matoes'
ITS-geomatic Engineering Travelling Holic
Lihat profil lengkapku

Look @ Me

Look @ Me
im just an ordinary girl who want to be extraordinary,,

Pages

join