Kamis, 13 Januari 2011

Hutan Mangrove Surabaya


Kawasan Hutan Lindung di Surabaya
Sebuah kawasan yang belum pernah terfikir manfaatnya oleh manusia. Hanya digunakan sebagai suatu pemandangan yang biasa oleh para nelayan yang berlalu lalang untuk pergi dan pulang dalam mengais rezeki. Ya, itulah kawasan hutan Bakau yang terletak di sisi paling Timur Wonorejo. Atas usulan dari penduduk setempat, dan belajar menemukan manfaat-manfaat yang didapatkan dari Hutan Bakau itu sendiri, keberanian untuk mengusulkan kawasan Hutan Bakau untuk menjadi Wisata Mangrove dapat terealiasi. Dengan bantuan oleh beberapa birokrasi yang masih peduli dengan keberagaman spesies tanaman dan biota laut yang ada di sana.
Dengan hanya merogoh kocek sebesar Rp 25.000,00 saja, kita sudah dapat menikmati Kawasan Hutan Mangrove yang terletak sekitar 4 km dari daerah transit, pertama kali kita tiba.


Lantas, bagaimana ketika Kawasan Hutan Mangrove semakin banyak didatangi orang ? tidakkah ada rasa khawatir kita akan kerusakan alam yang semakin terjadi karena ulah manusia? Apalagi, sekarang akan dibangun Komplek Perumahan yang ada di Wonorejo, dengan memanfaatkan wilayah yang strategis dekat dengan Kawasan Wisata Hutan Mangrove. Bapak Wahid, salah satu pengelola Kawasan Wisata Hutan Mangrove mengutarakan jawabannya “Aliran sungai yang terdapat di Kawasan Hutan Mangrove ini adalah satu-satunya jalan bagi para nelayan untuk pergi menangkap ikan. Dan sudah berpuluh tahun, mereka malah bisa member keberlangsungan hidup bagi biota laut yang ada di dalam sana. Sehingga, dengan dibukanya Kawasan Wisata Mangrove, diharapkan para pengunjung juga dapat melestarikan dan memperbanyak spesies tumbuhan yang ditanam di sana. Karena kami juga membuka peluang untuk bersama-sama melakukan penanaman kembali pada Hutan Mangrove ”
Selain melestarikan alam yang terdapat di Surabaya, Pengelola Kawasan Hutan Mangrove ini juga memanfaatkan kawasan ini sebagai sarana edukasi bagi pengunjung. Selain dapat menikmati keindahan sungai yang diapit oleh Hutan Bakau, pengunjung juga mendapatkan pembelajaran baru mengenai keberagaman spesies yang terdapat di sana. Pada event tertentu pula, terdapat semacam penyuluhan tentang pentingnya melestarikan keanekaraaman yang ada di lingkungan sekitar. Tidak jarang juga terdapat kelompok pecinta alam yang melakukan reboisasi di Hutan Mangrove.




Tujuan dari adanya Hutan Mangrove juga tidak lepas dari pemberdayaan masyarakat yang terdapat di daerah Wonorejo itu sendiri. Dari rakyat oeh rakyat dan untuk rakyat. Di mana selain untuk membantu mengelola Kawasan Wisata Hutan Mangrove sebagai pekerja di sana, penduduk juga diajak untuk berwirausaha. Dengan keterampilan yang mereka miliki.
Untuk pengelolaan hutan mangrove sendiri, dana yang didapatkan merupakan dana bantuan dari Dinas Pariwisata Kota Surabaya dan Dinas Kehutanan. Selain itu, danajuga didapatkan dari pendapatan kunjungan ke Wisata Hutan Mangrove. Dana tersebut digunakan untuk membangun fasilitas-fasilitas menunjang yang terdapat di daerah wisata tersebut. Rencana pembangunan yang dilakukan antara lain membangun kios PKL di area transit pengunjung dan membuat Jogging Track sebagai penghubung ke arah Wisata Hutan Mangrove, bila pengunjung malas unuk naik perahu, atau sekedar ingin menikmati pemandangan yang ada di sekitar saja.
Banyak sekali manfaat yang terdapat di Kawasan Wisata Hutan Mangrove. Satu-satunya tempat wisata alami yang mempunyai spesies paling banyak di Indonesia, yaitu lebih dari 16 spesies tanaman yang ada disana. Untuk itu, kenapa kita masih harus berpikir panjang untuk ikut melestarikan kawasan Hutan Lindung satu-satunya di Surabaya ?.

0 komentar:

Jadwal Sholat

Google Talk

ini contoh saja

Buku Tamu

Just Me..

Foto Saya
matoes'
ITS-geomatic Engineering Travelling Holic
Lihat profil lengkapku

Look @ Me

Look @ Me
im just an ordinary girl who want to be extraordinary,,

Pages

join